Wapres Dorong Pengelola KEK JIIPE Gresik Gencarkan Promosi untuk Tarik Investor
“Ini mayoritas sahamnya dimiliki Pelindo 60 persen, AKR atau swasta 40 persen. Sedangkan yang di kawasan industrinya 1800 hektare, Pelindo 40 persen, swasta 60 persen,” ucap Bambang.
Bambang menambahkan, 800 hektare untuk kawasan perumahan bertujuan untuk menurunkan biaya logistik.
“Sehingga kapal-kapal yang datang ini langsung ke pabriknya. Di sini biaya logistiknya kita sudah kalkulasi bisa turun sampai 20 persen. Demikian juga karyawan-karyawannya bisa tinggal di sini, jadi juga mengurangi pencemaran lingkungan,” tuturnya.
Sebagai informasi, KEK JIIPE Gresik disahkan sebagai KEK Teknologi dan Manufaktur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2021 tanggal 28 Juni 2021 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo.
KEK JIIPE Gresik merupakan kawasan terintegrasi pertama di Indonesia, dengan total area 3.000 hektare, yang terdiri atas kawasan industri, pelabuhan umum multifungsi, dan hunian berkonsep kota mandiri.
Kawasan industri JIIPE seluas 1761 hektare yang memiliki fasilitas pelabuhan laut dalam seluas 400 hektare dan hunian dengan konsep kota mandiri di areal 800 hektare adalah proyek kerja sama BUMN dan swasta, antara PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) melalui anak usahanya PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI Port) dengan PT AKR Corporindo Tbk melalui anak perusahaannya PT Usaha Era Pratama Nusantara.
Berdasarkan data masterplan, kawasan JIIPE terdiri dari tujuh klaster utama, yaitu metalcluster seluas 405 hektare, electronic cluster seluas 200 hektare, chemical cluster seluas 110 hektare, energy cluster seluas 110 hektare, support and logistic cluster seluas 443 hektare, infrastruktur seluas 493 hektare, dan port estate seluas 406 hektare.
Editor: Aditya Pratama