Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Baja Nirkarat RI Bebas Bea Masuk Anti-Dumping Turki, Peluang Ekspor Terbuka Lebar
Advertisement . Scroll to see content

Ternyata Pelumas Palsu Produksi Pabrik di Tangerang Sudah Beredar Selama 3 Tahun

Senin, 17 April 2023 - 17:56:00 WIB
Ternyata Pelumas Palsu Produksi Pabrik di Tangerang Sudah Beredar Selama 3 Tahun
Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Kemendag Khakim Kudiarto mengatakan, pelumas palsu produksi pabrik di Tangerang sudah beredar selama 3 tahun. Foto: Advenia E
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Kejaksaan Agung, Kepolisian Republik Indonesia, serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menemukan produk pelumas palsu di Gang Ambon Blok C Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten. Pelumas palsu ini telah beredar di seluruh wilayah Indonesia selama 3 tahun.

"Sudah masuk di pasaran, dari informasi pertama yang didapat sudah hampir 3 tahun. Diduga di seluruh Indonesia," kata Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Kemendag Khakim Kudiarto saat ditemui di lokasi, Senin (17/4/2023).

Dia menjelaskan, produk pelumas palsu tersebut secara tampilan hampir sempurna dan serupa dengan produk aslinya. Akibatnya, konsumen sulit membedakan antara yang asli dan palsu. 

"Kalau dilihat hampir sempurna karena mereka memproduksi bahan baku sampai packaging," ujar Khakim.

Sementara pelumas atau oli palsu itu dijual lebih murah sepertiga dari harga dari produk aslinya.

"Informasi awal hampir sepertiga lebih murah. Jadi ke distributornya sepertiga. Mungkin masuk ke konsumen sama," ucap dia.

Karena itu, dia minta kepada pelaku usaha untuk memberi kemudahaan kepada konsumen mengenali ciri-ciri produk asli yang diproduksi. Adapun imbas kepada konsumen dari pemakaian pelumas atau oli palsu ini, kendaraan perlahan bisa rusak. 

"Susah dilihat ciri-cirinya. Pastinya pengujian lab akan membuktikan produk tersebut secara kualitas memenuhi apa enggak. Kita masih dalam pengujian," kata Kharim.

Untuk menindaklanjuti hasil temuan itu, dia mengatakan, sudah memanggil pemegang merek yang dipalsukan. 

Sementara Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menjelaskan, hasil temuan ini masih perlu dilakukan pemeriksaan tes di laboratorium. Dia pun mengingatkan konsumen jika menemukan ada yang janggal, misal harga lebih murah, patut dicurigai. 

"Kepada masyarakat, jika menemukan kejanggalan pada oli seperti ini, dilaporkan saja nanti kita tindaklanjuti," ucap Tutuka.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut