JAKARTA, iNews.id - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menerapkan pembayaran nontunai untuk pembelian tiket. Sistem tersebut diterapkan di empat pelabuhan utama.
Empat pelabuhan itu masing-masing Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk. Semua pelabuhan tersebut menjadi rute tergemuk di antara total 245 rute yang dilayani BUMN pelayaran tersebut.
Tembus Pasar Dunia, TRK Valves Unjuk Gigi di Ajang LNG 2026 Qatar
Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi mengatakan, digitalisasi pembayaran ini menjadi salah satu strategi transformasi ASDP. Penerapan pembayaran nontunai di empat pelabuhan itu hanya langkah awal sebelum diterapkan di semua pelabuhan yang dilayani ASDP.
"Kenapa di empat pelabuhan itu? yang paling besar 50 persen pendapatan (ASDP) dari empat pelabuhan ini, 70 persen laba juga dari pelabuhan ini. Jadi, kita amankan dulu dari pelabuhan ini. Kalau teman-teman ke sana saat ini kita hampir 100 persen cashless," ujar Ira di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (6/2/2020).
Ira mengakui kebijakan ini diterapkan untuk menekan korupsi. Dia menyinggung fenomena petruk alias pengurus truk di Pelabuhan Merak yang disebutnya membuat banyak karyawan ASDP ikut-ikutan tidak bersih.