Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemerintah Siapkan Dapur Susu untuk Pasok MBG, Modal di Bawah Rp5 Miliar
Advertisement . Scroll to see content

Tanggapi Isu Mi Instan, Kementan Ajak Masyarakat untuk Waspada

Kamis, 11 Agustus 2022 - 20:37:00 WIB
Tanggapi Isu Mi Instan, Kementan Ajak Masyarakat untuk Waspada
Ilustrasi mi instan. (Foto: dok iNews)
Advertisement . Scroll to see content

Salah satu komoditas dibatasi adalah gandum. Sejumlah negara penghasil gandum, seperti Rusia, India, Serbia, Mesir, Afghanistan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Kosovo, mengeluarkan kebijakan retriksi. Langkah ini diambil untuk tetap menjaga stabilitas pangan di negara mereka masing-masing. 

“Perang Rusia - Ukraina juga sangat memengaruhi pasokan gandum untuk kebutuhan global. Menurut laporan FAO, sekitar 50 negara menggantungkan sekitar 30 persen impor gandumnya dari Rusia dan Ukraina,” kata Kuntoro.

Kondisi ini turut mendapat perhatian besar dari pemerintah. Meski gandum bukan komoditas pangan utama, tapi kebutuhan gandum di Indonesia sangat tinggi. Padahal gandum bukan produk asli Indonesia dan sulit untuk dibudidayakan. Sehingga kebutuhan gandum masih dipasok oleh impor. 

Perang Rusia-Ukraina yang tak kunjung usai bisa mempengaruhi pasar gandum Indonesia, karena total produk pangan yang diimpor dari kedua negara (Rusia dan Ukraina) pada 2021 sebesar 956 juta dolar AS, di mana 98 persen di antaranya adalah gandum. 

Indonesia merupakan negara kedua dengan nilai impor gandum tertinggi di dunia, mengingat gandum sulit ditanam. Total nilai impornya 2,6 miliar dolar AS (5,4 persen dari total impor gandum dunia) pada 2020.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut