Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Obat hingga Kosmetik Wajib Bersertifikasi Halal per 17 Oktober 2026
Advertisement . Scroll to see content

Stok Terbatas, Kebutuhan Obat Terapi Covid-19 Mencapai 30-50 Juta per Bulan

Selasa, 20 Juli 2021 - 13:20:00 WIB
Stok Terbatas, Kebutuhan Obat Terapi Covid-19 Mencapai 30-50 Juta per Bulan
Obat Ivermectin, salah satu obat terapi Covid-19 yang stoknya masih terbatas.
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mengakui ketersediaan obat terapi bagi pasien Covid-19 masih terbatas. Saat ini, kebutuhan obat terapi Covid-19 mencapai 30-50 juta per bulan. 

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan keterbatasan obat disebabkan tingkat produksi dari Holding BUMN Farmasi masih pada kisaran 22 juta dosis per bulan.

"Sementara, untuk memenuhi kebutuhan saat ini perusahaan harus memproduksi di kisaran 30-50 juta dosis per bulan," ujar Menko Luhut, Selasa 920/7/2021). 

Meski begitu, lanjutnya, per Agustus 2021 pemerintah melalui PT Bio Farma (Persero) akan menambah stok obat-obatan tersebut, dengan meningkatkan produksi. 

Dengan demikian, kebutuhan obat terapi Covid-19 yang mencapai 30-50 juta per bulan diharapkan akan terpenuhi pada Agustus mendatang. Luhut pun meminta penyaluran distribusi obat dan bantuan sosial (bansos) harus diimbangi dengan pengawasan ketat.

"Dalam sebulan ini stoknya sedikit terkendala. Bio Farma hanya mampu  memproduksi atau memenuhi 22 juta dosis dalam 1 bulan. Tapi mulai bulan depan sudah bisa sampai 30-50 juta satu bulan,“ ujar Luhut. 

Sedangkan terkait kebutuhan oksigen, rumah sakit, dan vaksinasi hingga saat ini masih dapat dikendalikan dengan baik. 

“Di tengah ini relatif bisa kita kendalikan. Masalah rumah sakit atau tempat tidur sekarang kita bangun, Jakarta aja 3.500 atau lebih dan seluruh kota-kota besar sekarang kita bangun tempat-tempat karantina dan pengobatan-pengobatan di ICU,“ ungkap Luhut. 

Proses penanganan Covid-19, kata Luhut, diperlukan dukungan masyarakat. Dimana, masyarakat bisa mematuhi protokol kesehatan. "Saya tidak minta 100 persen, kalau 60 persen saja sudah luar biasa,“ kata Luhut. 

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut