SKK Migas Ungkap Cadangan Gas RI Melimpah, tapi Masih Impor Minyak
Dia mengatakan, terdapat gap (selisih) antara produksi dan tingkat konsumsi minyak di dalam negeri. Dia menyadari, Indonesia saat ini memang merupakan negara net importir untuk minyak.
Produksi minyak Indonesia saat ini di sekitar 650.000 barel per hari (bph). Sementara, kapasitas kilang yang ada hanya 1 juta bph, artinya sebesar 350.000 bph masih dipenuhi dari impor.
"Ada beberapa hal yang perlu kita pahami tadi, tetapi memang kondisinya demikian. Kita punya potensi di bidang migas, tapi minyak kita sudah impor. Kira-kira kalau produksi kita 650.000 barel per hari dan kapasitas kilang 1 juta (bph), berarti kita impor 300.000-an bph," ucapnya.
Sementara itu, SKK Migas mencatat realisasi produksi minyak siap jual atau lifting hingga kuartal III 2022 masih belum mencapai target. Beberapa di antaranya karena disebabkan kejadian penghentian produksi yang tidak direncanakan (unplanned shutdown), serta adanya kebocoran pipa karena fasilitas hulu migas yang sudah menua.
Tenaga Ahli Kepala SKK Migas Ngatijan menyampaikan, terdapat tantangan terberat terkait dengan upaya meningkatkan lifting minyak dan gas, serta upaya mencapai target investasi hulu migas di tahun 2022.