Simak Cerita Desa Ibru Muaro Jambi, Pemenang Desa BRILiaN Paling Inovatif
Direktur BUMdes Suka Makmur Anggoro Kasih menjelaskan, tanaman biofarmaka adalah tanaman yang berguna sebagai obat herbal atau jamu. Jenis tanaman tersebut sangat mudah ditanam di lahan kering, selain itu gampang untuk dipanen dengan umur panen yang cukup singkat.
Berbagai penelitian dan inovasi terus dilakukan BUMDes Suka Makmur. Hingga akhirnya pada 2022, BUMDes Suka Makmur mencoba inovasi lain dari produk turunan kunyit, yaitu sabun batang kunyit.
Produk sabun batang kunyit ini diproduksi tidak hanya untuk rumah tangga, tetapi juga dapat digunakan sebagai oleh-oleh. Dari sini, kemudian muncul produk turunan lain, yaitu kerupuk kunyit, pewangi ruangan, serbuk kunyit kristal, hingga memanfaatkan kulit kunyit sebagai eco enzim.
Membudidayakan tanaman biofarmaka terbukti dapat membantu kesejahteraan para petani di Desa Ibru. Apalagi, Desa Ibru didukung dengan potensi alam melimpah, dengan begitu masyarakatnya dapat ambil bagian dalam mengembangkan industri yang berbahan baku tanaman obat di Indonesia.
Dalam proses pengembangan dan pengolahan kunyit, BUMDes dibantu oleh dua kelompok tani dan masyarakat sekitar. Untuk budidaya kunyit, BUMDes meminta warganya untuk menanam kunyit di pekarangan rumah.