Siapa Low Tuck Kwong? Orang Terkaya Indonesia Kalahkan Bos Djarum dan Prajogo Pangestu
Meski demikian Low ingin sukses dengan caranya sendiri, tidak berada di balik bayang-bayang ayahnya.
Dia melihat Indonesia sebagai peluang besar untuk mengembangkan usahanya. Pada 1973, Low mendapat proyek perdananya yakni menjalankan proyek pekerjaan dasar pabrik es krim di Ancol, Jakarta Utara. Saat itu usianya 25 tahun.
Low mengklaim perusahaannya sebagai kontraktor pertama yang menggunakan palu diesel untuk pemancangan demi mempercepat pekerjaan.
Setelah itu dia mendapat terobosan besar saat menjalankan tugas dengan bertemu Liem Sioe Liong, pendiri Grup Salim. Pertemuan tersebut menjadi pintu masuk kerja sama dengan Liem dan putra bungsunya, Anthoni Salim.
Selain bermitra dengan Grup Salim, Low juga menggandeng anak perusahaan Pembangunan Jaya, Jaya Steel, untuk mendirikan Jaya Sumpiles Indonesia. Awalnya kepemilikan saham berimbang 50:50, namun Low mengakusisi semua saham perusahaan tersebut.