Rumah Termahal di AS Rp4,26 Triliun, Ada 21 Kamar hingga Kelab Malam
LOS ANGELES, iNews.id - Sebuah megamension seluas 105.000 kaki persegi, yang dijuluki The One di wilayah Bel Air, Los Angeles didaftarkan dengan harga 298 juta dolar AS atau Rp4,26 triliun. Ini menjadikannya sebagai rumah termahal di Amerika Serikat (AS).
Properti ini telah dibangun selama satu dekade itu akan menjadi rumah paling mahal yang pernah dijual di AS jika mendapat harga sesuai yang ditawarkan. Harga tersebut di atas apartemen di Manhattan senilai 238 juta dolar AS. Namun jika rumah tersebut tidak terjual dengan cepat, maka The One akan dilelang pada Februari mendatang dan akan dijual kepada penawar tertinggi.
"Ini adalah mahakarya modern di puncak gunung di Bel Air, dan itu tidak akan pernah bisa dibangun lagi," kata Branden Williams dari The Beverly Hills Estates, dikutip dari CNBC, Sabtu (8/1/2022).
Seiring dengan harganya yang mencetak rekor, The One juga dibayangi kontroversi, tuntutan hukum, dan utang. Rumah ini dibangun oleh produser Hollywood yang menjadi pengembang properti, Nile Niami dengan arsitek Paul McClean yang merancang rumah Jay Z hingga Calvin Klein. Dia mempromosikan The One sebagai rumah modern terbesar dan termahal di Amerika dengan harga penawaran 500 juta dolar AS.
Lotte Bangun Kompleks Petrokimia Senilai Rp57 Triliun yang Mangkrak 5 Tahun di Cilegon
Saat biayanya melonjak, utang Niami atas rumah tersebut membengkak menjadi lebih dari 180 juta dolar AS. Megamansion ditempatkan ke kurator pada tahun lalu. Sebagai bagian dari perjanjian kepailitan yang dibuat bulan lalu, rumah itu dijadwalkan dilelang, mulai 7 Februari 2022.
Orang-orang yang terlibat dalam proses pengadilan mengatakan, The One setidaknya harus dijual sekitar 200 juta dolar AS hanya untuk membayar kembali utangnya, termasuk biaya lelang dan biaya lainnya. Jika dijual dengan harga lebih murah, pemberi pinjaman mungkin harus menanggung kerugian, atau properti itu bisa berakhir dalam litigasi penyitaan lebih lanjut.
4 Taipan Kazakhstan Kehilangan Rp42,9 Triliun karena Kerusuhan, termasuk Putri Nazarbayev
Namun pemberi pinjaman dan pialang berharap properti itu akan datang ke pasar pada waktu yang ideal. Broker mengakui, minat pada The One sudah kuat.
Williams mengatakan, sudah ada dua orang yang menawar The One, yakni dari kerajaan Saudi dan pembeli kaya dari China. Namun dia memperkirakan akan lebih banyak penawaran akan datang dari pembeli kripto, yang melihat rumah tersebut sebagai stasiun luar angkasa mereka.
"Akan ada permintaan besar untuk properti ini. Permintaan untuk real estat AS sangat tinggi karena dolar melemah dan orang-orang menginginkan aset yang nyata," ujarnya. 
Agen real estate Aaron Kirman menambahkan, properti tersebut lebih dari sekadar rumah. Menurutnya, itu adalah resor pribadi skala penuh untuk pembeli miliarder yang menginginkan kehidupan inklusif.
Rumah tersebut berdiri di atas lahan seluas 3,8 ha dan memiliki 21 kamar tidur serta 42 kamar mandi. Dibangun di atas gunung rata, rumah ini memiliki pemandangan Samudra Pasifik, pusat kota Los Angeles, dan Pegunungan San Gabriel.
Selain itu, juga memiliki tujuh fitur air, termasuk parit besar yang mengelilingi properti. Memiliki klub malam, bioskop, salon kecantikan layanan lengkap, spa kesehatan, home theater yang dapat menampung 40 orang, arena bowling, gudang anggur dengan 10.000 botol, garasi dengan kapasitas 30 mobil, dan lintasan lari luar ruangan pribadi sepanjang 400 kaki.
untuk tamu atau staf, rumah ini memiliki wisma tiga kamar tidur dengan kolam renang tanpa batas. Namun, setiap pembeli The One juga harus menghadapi banyak masalah keuangan dan hukum.
Menurut laporan penerima dan studi teknik, rumah itu memiliki retakan di dalam dan di sekitarnya banyak kolam dan batu, serta tanda-tanda jamur. Rumah ini memiliki beberapa izin bangunan dan hunian yang luar biasa, dan asosiasi pemilik rumah lokal menantang konstruksinya.
Karena The One dan megamansion lain yang dibangun di dekatnya, undang-undang bangunan lokal diubah dalam beberapa tahun terakhir untuk mencegah rumah superbesar lainnya dibangun lagi, yang menurut para pialang hanya menambah nilai The One. Pemberi pinjaman juga masih bertarung di pengadilan kepailitan atas prosedur dan prioritas.
Niami mempertimbangkan dengan upaya terakhirnya sendiri bulan lalu, merilis sebuah video yang mengatakan dia berharap mengubah rumah menjadi investasi kripto, menjual token baru kepada investor yang disebut The One Coin, yang akan didukung oleh properti.
"Mudah-mudahan, ada seseorang di luar sana yang ingin berjalan bergandengan tangan dengan saya ke stratosfer," ucap Niami dalam sebuah video.
Dia menolak berkomentar lebih lanjut. Para pemberi pinjaman dan pengacara juga telah menolak rencana Niami. Pada akhirnya, kata Kirman, 10 tahun drama terkait rumah itu tidak akan menghalangi pembeli begitu mereka mengunjungi properti tersebut.
"Sejarah kontroversialnya bukan rahasia lagi. Tetapi ketika calon pembeli mengunjungi rumah tersebut, mereka akan melihat peluang yang sangat luar biasa sehingga masa lalu tidak lagi menjadi masalah," tuturnya.
Sementara itu, lelang yang diadakan oleh Concierge Auctions dijadwalkan berlangsung pada 7-10 Februari mendatang. Penawar harus mentransfer 250.000 dolar AS dan menunjukkan bukti dana untuk memenuhi syarat penawaran.
Editor: Jujuk Ernawati