Ritel dan UMKM Bersanding, Aprindo Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama
Indomaret, lanjut Faris, terus memberikan bimbingan kepada calon pemasok UMKM agar memahami aspek penting sebelum masuk pasar modern, mulai dari kemasan yang higienis dan menarik, legalitas usaha, hingga kemampuan menjaga pasokan stabil.
“Banyak UMKM berhenti di tengah jalan karena tidak bisa memenuhi konsistensi pasokan. Kami ingin membantu mereka bertahan lebih lama, bukan sekadar masuk sesaat,” katanya.
Indomaret juga mendorong UMKM agar memahami mekanisme distribusi nasional. Melalui sistem Distribution Center (DC) dan pendampingan teknis, produk lokal berpeluang menembus ribuan gerai di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Head Administrator Borma Group FX Yudi memperlihatkan bagaimana ritel lokal pun dapat menjadi tulang punggung UMKM di daerah.
“Borma lahir dari toko kelontong kecil di Bandung. Kami tahu bagaimana rasanya menjadi pelaku UMKM. Karena itu, kami membuka Pojok UMKM Lokal di setiap gerai tanpa biaya tambahan. UMKM bisa memajang produk mereka dan belajar langsung dari sistem ritel modern,” ujarnya.