Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemendag Terbitkan 3 Aturan Pelaksanaan Ekspor Komoditas SDA Lewat DSI
Advertisement . Scroll to see content

Produk Furnitur UKM Binaan Kemendag Tembus Pasar Ekspor UEA

Kamis, 14 Oktober 2021 - 17:20:00 WIB
Produk Furnitur UKM Binaan Kemendag Tembus Pasar Ekspor UEA
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Didi Sumedi. (foto: istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Heryono menjelaskan, momentum pemulihan ekonomi yang ditandai peningkatan permintaan ekspor ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Terlebih peluang yang ada harus digarap sebaik-baiknya oleh pelaku usaha Indonesia untuk mengekspor produk mereka ke pasar global.

“Kami terus memberikan fasilitasi untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM Indonesia melalui berbagai program dengan berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai pihak,” ungkap Heryono.

Di samping itu,  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah M Arif Sambodo berharap, pelepasan ekspor ini menjadi motivasi khususnya bagi 25 peserta ECP tahun 2021 lainnya yang belum berhasil melakukan ekspor selama mengikuti ECP.  Dia bilang, persentase ekspor furnitur ke UEA tercatat sebesar 0,93 persen dari total nilai ekspor furnitur Jawa Tengah pada periode Januari–Juli 2021.

“Hal ini menandakan bahwa potensi ekspor furnitur ke UEA masih terbuka luas. Selain UEA, negara tujuan non-tradisional yang cukup potensial bagi furnitur adalah Spanyol, Kanada, dan Swedia,” tutur Heryono.

Pemilik sekaligus Komisaris CV Mebel Internasional Christianto Prabawa menambahkan, kenaikan biaya kontainer dan mahalnya logistik cukup memberi dampak pada daya saing produk ekspornya. Produknya harus menunggu 4—6 minggu untuk bisa dikirimkan.

Kenaikan biaya logistik juga memberikan importir kecenderungan untuk mendatangkan barang dari negara-negara yang lebih dekat. Seperti halnya pembeli Eropa cenderung mendatangkan barang dari Eropa Timur dan pembeli Amerika Serikat mendatangkan barang dari Meksiko yang lebih murah. Belum lagi lonjakan harga barang-barang pendukung yang harus diimpor semakin memberatkan pihaknya.

“Pihaknya sangat terbantu dengan program ECP, khususnya dalam mencari pembeli. Kami ucapkan terima kasih kepada Kementerian Perdagangan atas bimbingan dalam mengolah data, mencari kekuatan, mencari data calon pembeli, dan menawarkan produk sehingga membuahkan pembeli baru,” ujar Christianto.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut