Pertama, ketegangan geopolitik. Ketegangan geopolitik antara dari Rusia dan Ukraina sudah terjadi sejak 2022. Selain itu, konflik Palestina dan Israel serta ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga masih terjadi.
7 Negara dengan Tarif PPN Terendah di Dunia, RI Termasuk?
Namun, Trump diramal tidak bakal melakukan intervensi atau cawe-cawe pada geopolitik di Timur Tengah.
"Kabar baiknya harapannya tensi geopolitik di Timur Tengah, setelah nanti Trump. Mudah-mudahan tidak makin memanas," ucapnya.
Kedua, perlambatan ekonomi China. Josua menggarisbawahi pertumbuhan ekonomi Negeri Panda itu menunjukan tren perlambatan, di mana pertumbuhannya di bawah 5 persen pada dua kuartal terakhir, yakni masing-masing 4,7 persen dan 4,6 persen secara tahunan atau year on year pada kuartal II-2024 dan kuartal III-2024.
Josua menggarisbawahi China merupakan mitra dagang utama Indonesia. Sehingga pertumbuhan ekonomi China yang melambat bisa berdampak pada kinerja ekspor Indonesia.