Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Grab Indonesia 2025: Ketika Platform Digital Jadi Bantalan Sosial dan Pertumbuhan Ekonomi
Advertisement . Scroll to see content

Penetrasi Jasa Keuangan Digital RI Naik Pesat, Fintech Baru 5 Persen

Senin, 11 Februari 2019 - 21:50:00 WIB
Penetrasi Jasa Keuangan Digital RI Naik Pesat, Fintech Baru 5 Persen
Partner McKinsey Indonesia, Guillagume de Gantes. (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu)
Advertisement . Scroll to see content

Berdasarkan riset itu, jumlah penduduk Indonesia yang memakai smartphone mencapai 124 juta, terbesar ketiga di Asia Pasifik setelah China dan India. Sementara jumlah pengguna internet mencapai 133 juta atau 51 persen dari total populasi.

Meski cepat, de Gantes menilai skor Indonesia masih cukup rendah yakni 36 dari skala 100. Hal ini karena ekosistem ekonomi digital Indonesia masih belum matang seperti Singapura dan Korea Selatan. Salah satu indikasinya terlihat dari penetrasi jasa keuangan nonbank seperti fintech yang masih sangat rendah.

Hanya 5 persen masyarakat Indonesia yang mengakses layanan fintech. Posisi Indonesia berada di urutan paling bawah. Bahkan, kalah dari Myanmar (6 persen) dan Thailand (10 persen).

Sementara penetrasi fintech di negara-negara lain lebih tinggi seperti Malaysia (15 persen), Vietnam (16 persen), Australia (17 persen), Filipina (23 persen), Jepang dan India (39 persen), Taiwan (41 persen), Singapura (48 persen), Korea Selatan (53 persen), Selandia Baru (54 persen), dan Hong Kong (57 persen).

Menurut de Gantes, rendahnya penetrasi fintech karena masyarakat Indonesia masih nyaman menggunakan uang tunai. Untuk itu, butuh waktu beberapa tahun bagi Indonesia untuk mencapai dua digit.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut