Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Daftar Medsos yang Dilarang untuk Anak-Anak di Inggris, TikTok hingga Instagram!
Advertisement . Scroll to see content

Pemilik TikTok dan ByteDance Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya di China, Hartanya Tembus Rp700 Triliun

Sabtu, 14 September 2024 - 05:20:00 WIB
Pemilik TikTok dan ByteDance Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya di China, Hartanya Tembus Rp700 Triliun
Pemilik TikTok dan ByteDance, Zhang Yiming kini menjadi orang terkaya di China. Kekayaannya mencapai 45,6 miliar dolar AS atau setara Rp700,89 triliun. (Foto: Dok. Minerva University)
Advertisement . Scroll to see content

Taipan berusia 69 tahun itu telah menempati posisi orang terkaya di China selama tiga tahun berturut-turut. Perusahaannya tengah berjuang untuk mengembangkan bisnis air minum dalam kemasan utama Nongfu Spring. 

Saham perusahaan yang terdaftar di Hong Kong itu turun 7,5 persen setelah mengumumkan laporan keuangan tahun berjalan 2024 pada 28 Agustus lalu. Di saat bersamaan, kekayaan Zhong anjlok 4,4 miliar dolar AS karena investor bereaksi terhadap kontraksi penjualan air minum dalam kemasan sebesar 18,5 persen secara tahunan di tengah persaingan yang ketat.

Saham Nongfu Spring diperdagangkan pada harga terendah sejak IPO pada tahun 2020. Pada awal Agustus, Zhong kehilangan posisi orang terkaya di China setelah disalip pendiri raksasa e-commerce PDD Holdings, Colin Huang. Namun, saham PDD yang terdaftar di Nasdaq anjlok 30 persen dalam satu malam pada 26 Agustus, membuatnya harus merelakan mahkota orang terkaya.

Namun, ByteDance juga tengah menghadapi masalah yang signifikan. Zhang, dalam sebuah surat mengumumkan pengunduran dirinya pada tahun 2021 sekaligus menyerahkan kendali perusahaan kepada teman sekamarnya saat kuliah, Liang Rubo. Zhang saat ini tinggal di Singapura, menurut dokumen pengadilan.

ByteDance saat ini tengah berjuang di Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) atas perintah larangan beroperasi atau divestasi yang ditandatangani oleh Presiden AS Joe Biden pada bulan April. Perintah tersebut membuat perusahaan China itu memiliki waktu hingga Januari untuk menjual TikTok atau dilarang beroperasi, karena anggota parlemen AS berpendapat bahwa media sosial tersebut menimbulkan risiko keamanan nasional. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut