Outlook 2023: Begini Jurus RI Hadapi Potensi Menurunnya Ekspor
Kepala Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag) Kementerian Perdagangan, Kasan, menyebutkan bahwa pemerintah saat ini mewaspadai potensi menurunnya ekspor di tahun 2023 meskipun Indonesia masih berada dalam posisi aman. Terlebih, rilis Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini melaporkan bahwa ekspor Indonesia mulai menunjukkan perlambatan.
"Inflasi juga otomatis kan menurunkan daya beli. Kita itu kalau inflasi kan daya beli kita jadi berkurang. Kalau daya beli berkurang, demand berkurang juga. Impact-nya tentu akan terhadap potensi dari menurunnya ekspor kita, meski semua negara sekarng juga menghadapi situasi hampir sama," ujar Kasan kepada MNC Portal Indonesia, dikutip di Jakarta, Senin (19/12/2022).
Dia menyebutkan, laporan Bank Dunia menunjukkan bahwa trade openness atau keterbukaan perdagangan Indonesia cenderung stagnan, tidak sebesar negara-negara ASEAN.
"Saya setuju angkanya memang tidak sampai 50 persen, hanya di kisaran 20-30 persen. Artinya, trade itu kan langsung, hubungan keterbukaan dengan luar. Kalaupun di luar itu terjadi penurunan, termasuk dalam trade, otomatis kita terimbasnya tergantung besaran openness itu tadi," ungkap Kasan.
Kasan mengatakan bahwa jika guncangan di luar itu cukup besar, akan cukup besar dampaknya ke negara-negara yang trade opennessnya besar. Adapun negara-negara dengan trade openness besar di atas 50 persen misalnya Singapura, Thailand, Malaysia, Vietnam.