Orang Terkaya Asia Berencana IPO 5 Perusahaan
Sementara itu, konglomerat Adani telah dikritik karena ekspansi cepat yang dilakukan, mulai awalnya hanya operator pelabuhan tradisional meluas dengan aset termasuk media, semen dan energi hijau. Menurut beberapa orang, hal itu telah meningkatkan kompleksitas utang dan keuangan.
5 Konglomerat Tertua di Indonesia, Paling Tua 94 Tahun Berharta Rp19 Triliun
Firma riset CreditSights memberi tanda bahaya pada meningkatnya utang Grup Adani selama setahun terakhir. Namun grup tersebut menentang laporan tersebut, dan menyebut bahwa rasio leverage grupnya sehat.
Adapun perusahaan andalan konglomerat itu, Adani Enterprises akan menjual saham baru dengan harga diskon dan mengizinkan pembayaran dalam tiga kali cicilan, dengan target mengumpulkan 2,5 miliar dolar AS. Aksi korporasi yang akan dilakukan akhir bulan ini merupakan langkah yang tidak biasa untuk salah satu saham terbesar di negara tersebut. Basis pemegang saham yang terdiversifikasi akan membantu melikuidasi saham-saham yang berkinerja buruk dan menyediakan dana untuk membayar utang.
5 Konglomerat Kekayaannya Naik Paling Besar di 2022, Semua dari Asia, Nomor 2 dari RI
Grup Adani secara konsisten menyelaraskan diri untuk mendukung agenda Perdana Menteri Narendra Modi. Adani telah menjanjikan lebih dari 70 miliar dolar AS untuk membantu India berubah dari importir bahan bakar fosil menjadi produsen energi terbarukan.
"Ini akan menghasilkan arus kas yang sangat besar, menjadikan itu platform yang lebih berharga yang menunjukkan kehebatan infrastruktur India secara global," ujar Singh.
Orang Terkaya Dunia Bernard Arnault, dari Pengusaha Konstruksi Jadi Taipan Barang Mewah
Editor: Jujuk Ernawati