Omzet Pedagang Baju di Pasar Tanah Abang Naik 80 Persen Jelang Lebaran
Rika mencontohkan, jika pada bulan biasanya hanya menjual sekitar 30-40 potong baju dalam satu hari, maka saat Bulan Ramadhan volume penjualannya meningkat hingga 70-80 potong per harinya.
"Mungkin orang juga sudah jauh jauh hari membeli baju lebaran dan keperluan lainnya, dan di sini (Pasar Tanah Abang) juga banyak promo dan diskonan gitu," ucapnya.
Sementara, pedagang celana anak-anak dan dewasa di Blok A, Pasar Tanah Abang, Hamzah (35) menyebut bahwa momentum peningkatan transaksi di Pasar Tanah Abang biasanya makin besar terjadi ketika menjelang lebaran. Hal itu dipengaruhi cairnya Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji para pekerja.
"Sudah mulai ramai dua minggu mau lebaran THR juga sudah mulai cair, gaji juga sudah keluar jadi banyak masyarakat yang datang ke Pasar Tanah Abang," kata dia.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang menilai perputaran uang selama Ramadhan dan Idul Fitri 1445 H tahun ini diperkirakan mencapai Rp157,3 triliun.
Jumlah tersebut masih berpotensi naik, karena kita mengalikan angka minimal atau moderat. Perputaran uang tersebut akan menyebar di berbagai sektor usaha seperti ritel, fashion, makanan dan minuman, BBM, transportasi darat (bus-rental-kereta api-mobil pribadi dan motor), transportasi laut (kapal penumpang dan penyeberangan), transportasi udara (pesawat).
"Perputaran uang ini akan menyebar di seluruh pelosok tanah air, terutama daerah yang menjadi tujuan utama mudik seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Banten dan Jabodetabek yang diperkirakan mencapai 62 persen dari jumlah penduduk," kata Sarman.
Editor: Aditya Pratama