Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Ambles ke Rp17.843 per Dolar AS
Advertisement . Scroll to see content

New Development Bank Milik BRICS Terguncang Imbas Sanksi Barat Terhadap Rusia

Minggu, 13 Agustus 2023 - 10:02:00 WIB
New Development Bank Milik BRICS Terguncang Imbas Sanksi Barat Terhadap Rusia
New Development Bank (NDB) yang didirikan negara-negara anggota BRICS terguncang imbas sanski barat yang diterima Rusia salah satu pemegang saham. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

"Mata uang operasi bank adalah dolar untuk alasan yang sangat spesifik, dolar AS adalah tempat kumpulan likuiditas terbesar," tuturnya.

Adapun, pinjaman lebih dari 30 miliar dolar AS yang disetujui oleh NDB, dua pertiganya dalam bentuk dolar. Ketergantungan itu menjadi kewajiban ketika AS menerapkan sanksi terhadap Rusia pada tahun lalu.

NDB menghentikan pinjaman ke Rusia, tetapi ini tidak mencegah penurunan peringkat Fitch pada Juli 2022 dan biaya pinjaman dolarnya melonjak lebih dari yang lain.

Obligasi lima tahun senilai 1,5 miliar dolar AS yang diterbitkan NDB pada April 2021 memiliki kupon 1,125 persen. Dua tahun kemudian, obligasi lima tahun senilai 1,25 miliar dolar AS memiliki kupon 5,125 persen. Itu lebih mahal daripada bank pembangunan multilateral lain dengan peringkat kredit serupa, menurut analis S&P Global Ratings Alexander Ekbom.

Sementara, NDB telah menyetujui pinjaman senilai 32,8 miliar dolar AS untuk beberapa proyek, mulai dari jalur metro Mumbai hingga penerangan tenaga surya di Brasilia. Pada tahun 2022, bank hanya mencairkan pinjaman sekitar 1 miliar dolar AS.

Sejauh ini, China merupakan pasar mata uang lokal NDB yang paling sukses. China mengeluarkan 13 miliar yuan melalui tiga "obligasi panda" tahun lalu dan lebih dari setengah pinjamannya ada di yuan.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut