New Development Bank Milik BRICS Terguncang Imbas Sanksi Barat Terhadap Rusia
Didirikan pada tahun 2015 sebagai proyek keuangan unggulan dari blok tersebut, ambisi NDB untuk melayani negara-negara berkembang dan de-dolarisasi keuangan telah dibatasi oleh realitas ekonomi dan invasi Rusia ke Ukraina.
"(Itu) tidak melakukan sebanyak yang diminta negara-negara anggota, tetapi itu adalah arah strategis yang kami dorong bank," ucap Godongwana.
Meningkatkan penggalangan dana mata uang lokal dan meningkatkan modal dari anggota baru dapat membantu NDB di masa-masa sulit. Hal ini dapat mengurangi ketergantungannya pada pasar modal AS, di mana sanksi terhadap Rusia telah meningkatkan biaya pinjaman.
NDB telah berkembang dari lima negara pendiri menjadi delapan dan hanya memberikan pinjaman kepada negara-negara anggota.
Chief Financial Officer NDB Leslie Maasdorp menjelaskan bahwa bank bertujuan untuk meningkatkan pinjaman mata uang lokal dari sekitar 22 persen menjadi 30 persen pada tahun 2026, namun ada batasan untuk de-dolarisasi.