Minyak Goreng Curah Langka di Pasar, Pedagang Ngaku Kesulitan Cari di Agen
Siti menerangkan, sejak pemerintah memberlakukan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah Rp14.000 per liter, ketersediaan minyak goreng curah di agen jadi menipis. Bahkan, untuk membelinya harus berebutan dengan penjual lain.
"Susah banget di agen sekarang. Kadang seminggu cuma dapat satu kali. Di agen juga stoknya cuma 10 jeriken, itu pun katanya udah pesanan langganan. Jadi kalau pun saya dapat ya paling cuma dapat satu," kata dia.
Sementara itu, pedagang lainnya, Henry, menjual minyak goreng curah. Meski demikian, dia menyebut, untuk mendapatkan minyak goreng curah itu sulit. Tak hanya itu, Henry harus keliling agen agar bisa membeli dan dijual lagi di pasar.
"Susah sekarang barangnya. Di agen itu dijatah. Sehari aja saya belum tentu dapat. Kalaupun dapat dijatahin 2 jeriken. Itupun karena langganan. Kalau yang enggak langganan enggak dapat," ujarnya.
Dia mengaku sampai hari ini bantuan pemerintah yang mendatangkan minyak goreng curah bersubsidi tak kunjung datang. Padahal, pedagang di Pasar Inkopol sudah menanti barang tersebut datang.
"Yang mobil tangkian minyak goreng subsidi itu juga belum dateng-dateng. Makanya saya masih caringa di agen-agen," ucap Henry.
Editor: Aditya Pratama