Mimpi Ahmad Husnaeni Bangun Desa Wisata Lele di Karawang (Bagian II - Habis)
Bahkan, saat ini dia dan istrinya sudah mulai menjajal usaha berbagai produk olahan berbahan baku lele. Beberapa di antaranya berupa bakso lele, nugget lele, sosis lele, dan otak-otak lele. Selain itu, ada juga keripik kulit lele, abon lele, keripik sirip lele, cheesce stick lele, dendeng lele, dan sebagainya.
Sejak mendapatkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI Unit Pasirukem, tahun lalu, semangat Ahmad untuk mengembangkan usaha lelenya kian terpacu. Apalagi, yang dia dapatkan dari mantri BRI di sana bukan sekadar akses pembiayaan, melainkan juga pendampingan terkait keuangan, pemasaran, dan pengembangan usaha.
Pemimpin BRI Cabang Cikampek, Saran Nugroho menuturkan, pihaknya akan terus mendampingi Ahmad. Lewat program pembinaan dari BRI, dia berharap UMKM yang dijalankan petani lele mutiara itu bisa bertransformasi ke arah digitalisasi, online, dan bahkan go global (ekspor).
Dengan begitu, usaha yang digeluti Ahmad bisa naik kelas dari usaha mikro (omzet tahunan di bawah Rp2 miliar) ke segmen usaha kecil (omzet tahunan Rp2miliar – Rp15 miliar). “Prosesnya tentu secara bertahap. Tapi, untuk jangka panjang, kami ingin bantu Pak Ahmad mewujudkan cita-citanya membangun kampung wisata lele di sini, ” kata Saran.

Kepala BRI Unit Pasirukem, Dona Fitriyana mengatakan, saat ini bisnis pembenihan lele Ahmad telah masuk dalam program Klaster UMKM BRI. Lewat program tersebut, BRI berusaha menciptakan bisnis yang berkelanjutan melalui pembentukan dan pemberdayaan klaster unggulan.