Mimpi Ahmad Husnaeni Bangun Desa Wisata Lele di Karawang (Bagian II - Habis)
Semua benih lele mutiara yang dibudidayakan Ahmad adalah produksi sendiri, mulai dari tahap pemijahan (pengawinan antara lele induk dan pejantan), pemeliharaan larva, hingga panen pada saat usia benih mencapai 25 hari.
Di tempat pembenihan lele miliknya, Ahmad dibantu lima pekerja. Mereka kebagian tugas yang berbeda-beda, mulai dari penyortiran ikan, pemberian pakan, hingga pengiriman ke konsumen. “Karena benih ini sangat rentan, risiko kematiannya sangat tinggi, jadi harus ada tenaga ahlinya juga dalam mengelola,” tutur pria kelahiran 1991 itu.
Ahmad kini memiliki 110 kolam benih lele di pekarangan rumahnya. Dari semua kolam itu, dia bisa memanen antara 150.000 hingga 300.000 benih lele per bulan. Sementara harga satu benih dia patok sebesar Rp200 saja. Dengan kata lain, omzet yang dia hasilkan setiap bulan berkisar antara Rp30 juta – Rp60 juta.
Benih lele mutiara Ahmad dipasarkan hingga Depok, Bogor, dan Bekasi. Di luar itu, produknya juga diminati para mitra petani lele yang ada di Sumurgede dan desa-desa sekitarnya.
Kiprah Ahmad dalam budi daya lele mutiara di desanya kini telah mendapat pengakuan dari pemerintah, baik pusat maupun daerah. Akhir 2020, dia berhasil mengantongi sertifikat cara pembenihan ikan yang baik dari KKP.