Melihat Jantung Kendali Tambang Bawah Tanah PT Freeport Indonesia: Canggih, Kompleks, bak Main Game
Bukan perkara mudah untuk mengoneksikan kendaraan nun jauh dalam perut bumi dengan ruang kendali di permukaan darat. Koneksi tersambung melalui jaringan serat optik (fiber optic) dan wifi. Berhubungan jauh dalam bumi, tak dimungkiri terkadang muncul kendala sinyal/koneksi. Inilah yang membuat konsol (disebut mini game) untuk sementara tak berfungsi.
Lantas bagaimana agar kendaraan tak menabrak dinding alias sesuai trek, sementara jarak pandang di layar juga terbatas karena situasi yang gelap penuh debu? “Di tiap terowongan dipasang sensor-sensor. Ini akan terbaca sebagai jalur di konsol, supaya operator bisa mengendalikan laju loader,” ujar Hengky.
Dia menambahkan, saat ini produksi tambang bawah tanah PTFI sekitar 125.000-150.000 ton per hari. Untuk diketahui, selain GBC, tambang bawah tanah lainnya, yaitu blok Deep Mile Level Zone (DMLZ), dan Big Gossan. Kemudian, blok Kucing Liar yang juga akan digarap tahun ini dan memiliki masa produksi hingga 2053. PTFI juga punya Deep Ore Zone (DOZ), namun sudah selesai produksi.
Setelah melalui perjalanan panjang, alot dan berliku, saham mayoritas PT Freeport Indonesia akhirnya dimiliki Pemerintah Indonesia. Penanda sejarah itu diumumkan langsung Presiden Joko Widodo pada 2018 silam. Besaran saham RI mencapai 51,2 persen.
“Hari ini merupakan momen bersejarah setelah PT Freeport beroperasi di Indonesia sejak tahun 1973,” kata Jokowi dalam keterangan pers di ruang kredensial, Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (21/12/2018) sore.
Presiden menjelaskan, bahwa kepemilikan mayoritas saham PT Freeport itu akan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Dengan kepemilikan 51 persen lebih saham PT Freeport, menurut Jokowi, ada potensi penerimaan pajak dan royalti yang lebih baik.