Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Freeport Temukan Harta Karun Emas-Tembaga Baru di Papua!
Advertisement . Scroll to see content

Melihat Jantung Kendali Tambang Bawah Tanah PT Freeport Indonesia: Canggih, Kompleks, bak Main Game

Kamis, 29 Agustus 2024 - 08:36:00 WIB
Melihat Jantung Kendali Tambang Bawah Tanah PT Freeport Indonesia: Canggih, Kompleks, bak Main Game
Senior Vice President Underground Mine PTFI Hengky Rumbino menunjukkan cara kerja kendaraan pengangkut material tambang yang dioperasikan jarak jauh dari ruang kendali di MP 72, Tembagapura, Papua. (Foto: iNews.id/Zen Teguh).
Advertisement . Scroll to see content

“Pertama, tingginya debu silika. Kemudian, lumpur basah. Anda bisa bayangkan materi tambang itu seperti odol, kalau dipencet bisa ke mana-mana dengan kecepatan tinggi. Ini yang bisa membahayakan pekerja seperti tertimbun material. Untuk kenapa dikembangkan teknologi nirawak ini,” kata dia.

Belum lagi bahaya longsor atau reruntuhan, gempa bumi maupun gas beracun. “Jadi kalau dulu driver mengontrol dari dalam kendaraanya, ini seperti memindahkan. Driver dari jarak jauh, kendaraan ada di bawah tanah,” ucap putra asli Papua asal Wamena ini.

Hengky menuturkan, untuk menggali potensi mineral tambang di GBC saat ini lebih dari 40 LHD dioperasikan. Kendaraan ini hilir mudik mengangkut batuan bijih dari setidaknya 2.416 drawpoints. Penambangan bawah tanah ini juga direncanakan bakal digunakan ketika mengeksploitasi area Kucing Liar pada 2026.

Pantauan iNews.id di ruang kendali (control room) berdinding krem seluas 45 meter x  20 meter pada pertengahan Agustus lalu, para operator tenggelam dalam pekerjaannya. Tanpa banyak bicara, namun mata tajam menancap layar. Tangan terus lihai bergerak menjalankan kendaraan.

Di ruang itu layar yang menunjukkan grafik dan berbagai indikator terkait dengan operasional tambang bawah tanah terpampang di mana-mana. Mereka yang bertugas senantiasa sigap memantau pergerakan alat. Bila terjadi kendala, muncul semacam sinyal yang langsung terdeteksi dari ‘jantung’ ruang operasional underground mine terbesar di dunia ini.   

Pasangan Darius Gebze-Petrus Safan saat mendaftar ke Kantor KPU Papua Selatan untuk maju Pilkada Serentak 2024. (Foto: iNews/Muhammad Syahrir Muslimin)

Sejarah Tambang Bawah Tanah Freeport

Semuanya bermula dari ekspedisi Cartenz oleh AH Colijn, FJ Wissel, dan geolog muda Jean-Jacques Dozy pada 1936. Orang asing ini menembus rimba Papua, mencapai gunung gletser Jayawijaya dan menemukan gunung bijih alias Ertsberg. Penelitian Dozy ini berakhir pada jurnal di perpustakaan Belanda.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut