Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bank Mandiri Perkuat Ekosistem PMI dan Diaspora lewat Mandiri Sahabatku 2026
Advertisement . Scroll to see content

Klaim AUTP Cair, Petani Rancaekek Langsung Tanam Ulang Usai Alami Gagal Panen

Jumat, 15 Maret 2024 - 08:48:00 WIB
Klaim AUTP Cair, Petani Rancaekek Langsung Tanam Ulang Usai Alami Gagal Panen
Petani di Rancaekek, Kabupaten Bandung kembali tanam ulang padi setelah klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) cair. (Foto: dok Kementan)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id - Petani di Kabupaten Bandung bisa bernapas lega meski mengalami gagal panen. Pasalnya, klaim asuransi atau Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang mereka ikuti bisa cair untuk pengganti modal tanam ulang.

Ayi Sopian, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Jemba Rahayu, Desa Rancaekek Kulon, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung mengatakan, kelompoknya menerima manfaat dari AUTP mengajukannya pada musim kemarau lalu. Hasil verifikasi dari pengajuan klaim asuransinya disetujui dari beberapa anggota poktan seluas 11,5 hektare yang dipakai untuk kebutuhan usaha tani selanjutnya, seperti pembelian pupuk.

"Alhamdulillah klaim asuransi tani bisa cair tidak butuh waktu lama. Seluas 11,5 ha yang gagal panen bisa langsung ditanam ulang," ujarnya.

Dia menjelaskan, ketika musim kemarau lalu diajukan, dengan persediaan air yang terbatas, maka petani melakukan mitigasi gagal panen dengan mendaftarkan lahannya melalui AUTP.

"Waktu itu memang ada potensi gagal karena ketersediaan air terbatas. Saat tanam airnya ada, namun saat penyiangan airnya sudah tidak ada. Karena itu kami ikutkan asuransi," katanya.

Sementara itu, Koordinator Penyuluh Kecamatan Rancaekek Nur Yulia menambahkan, pengairan 13 desa berasal dari berbagai sumber air. Antara lain, yaitu Daerah Irigasi (DI) Citarik, Depok, Ciasana, dan Cimande.

"Namun untuk daerah-daerah yang berada jauh dari sumber air seperti Desa Rancaekek Kulon disarankan untuk mengikuti AUTP karena dapat terjadi gagal panen karena kekeringan," ucapnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut