Kisah Sukses Mantan Sopir Jadi Pengusaha Sangkar Burung
Dia rela meninggalkan pekerjaannya dan memulai kembali dari bawah. Pekerjaan yang dilakukan ketika pertama kali kembali ke Malang adalah menjadi sopir.
“Saya pergi pagi dan pulang malam ketika menjadi sopir. Itu pun hanya digaji Rp50.000 per hari,” ucapnya.
Akhirnya, dia memutuskan untuk memulai bisnis sangkar burung. Dengan modal Rp2 juta, Nanang nekat membeli kebutuhan sangkar burung dengan harapan bisnisnya cepat dilirik orang.
Namun, kenyataannya berbanding terbalik dengan harapannya. Modalnya pun habis dan dia harus menggunakan uang keperluan bertani untuk menambah modal usahanya.
"Tahun 2011 setelah saya pulang merantau dari Batam, awal mula saya mulai menggeluti usaha produksi sangkar sampai kehabisan modal. Uang pupuk sampai saya pakai untuk belanja bahan cat," tuturnya.