Kisah Mantan Pengamen Raup Omzet Jutaan Rupiah per Hari Berkat Jualan Kopi di Bajaj
Namun, dengan tekad yang kuat akan kepercayaannya kepada sang pencipta bahwa rejeki sudah ada yang mengatur, dirinya kembali bersemangat untuk membangkitkan usahanya tersebut.
"Tapi hampir bajaj ini bubar di tahun kedua, karena tidak ada yang beli, sehingga tidak punya uang. Setelah itu, saya ngamen dulu. Dari situ kemudian saya berpikir cari uang itu susah. Masa bajaj ini harus bubar? Kemudian saya bangkit lagi," tuturnya.
Kondisi terpuruk yang dia alami disebabkan oleh ketidakmampuan dirinya dalam mengatur keuntungan dari hasil penjualannya.
"Dulu, ketika mendapatkan uang, ya pikiran saya buat main saja. Mangkanya hampir bubar, jadi tidak memikirkan kelanjutan dari bisnisnya. Oleh sebab itu, kita harus konsisten dalam berjualan dan jangan lupa berdoa," ujarnya.
Editor: Aditya Pratama