Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bertemu Gubernur BI dan Menkeu, Dasco: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
Advertisement . Scroll to see content

Kaleidoskop 2022: Rontoknya Mata Uang Dunia akibat Lonjakan Dolar, Apa Kabar Rupiah?

Kamis, 29 Desember 2022 - 07:30:00 WIB
Kaleidoskop 2022: Rontoknya Mata Uang Dunia akibat Lonjakan Dolar, Apa Kabar Rupiah?
Pengamat pasar uang mengatakan ada 5 pemicu yang menyebabkan mata uang garuda melemah terhadap dolar AS. (Foto: dok iNews)
Advertisement . Scroll to see content

Mata uang Eropa tersebut kehilangan nilainya karena saat itu muncul kekhawatiran resesi akibat krisis energi. Selain itu, bank sentral AS jauh lebih proaktif daripada Bank Sentral Eropa dalam mengendalikan inflasi.

- Dari daratan Asia, yen Jepang juga terpukul akibat keganasan dollar. Mata uang negeri Sakura itu tenggelam di level terendahnya dalam 32 tahun terakhir menembus 150 yen per dolar AS pada akhir Oktober 2022.
 
Sebagai negara emerging market, Indonesia pun turut merasakan getaran krisis nilai tukar akibat lonjakan Dolar AS. Hal itu, terlihat dari depresiasi rupiah yang cukup dalam.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi sebelumnya mengatakan tensi antara Rusia dan Ukraina menjadi sebab utama harga energi melambung. Lonjakan ini sekaligus mendongkrak inflasi global, yang berimbas terhadap kurs.

"Jadi pada saat terjadi perang di Ukraina, dolar akan menguat tajam, dan ini berdampak terhadap mata uang rupiah. Nah, rupiah pun juga akan melemah," kata Ibra, sapaan akrabnya beberapa waktu lalu kepada MNC Portal Indonesia, dikutip Selasa (20/12/2022).

Jejak Perjalanan Rupiah ke Rp15.000

Melansir data perdagangan di pasar spot, sepanjang 2022 hingga Rabu (21/12/2022), rupiah mengalami depresiasi terhadap dolar sebesar 9,49 persen. Pergerakan mata uang Garuda itu terbentang di level Rp14.249-Rp15.760.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut