Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS
Advertisement . Scroll to see content

Harga Minyak Mentah Diprediksi Tembus 100 Dolar AS per Barel setelah Serangan Iran ke Israel

Minggu, 14 April 2024 - 12:10:00 WIB
Harga Minyak Mentah Diprediksi Tembus 100 Dolar AS per Barel setelah Serangan Iran ke Israel
Serangan Iran terhadap Israel maka harga minyak mentah diprediksi bisa menembus lebih dari 100 dolar AS per barel. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Manajer Portofolio Senior di Tortoise, Rob Thummel menuturkan, persediaan minyak global sudah berada pada tingkat rendah.

“Pasar minyak global diperkirakan akan kekurangan pasokan pada kuartal kedua dan ketiga 2024, sehingga gangguan pada pasokan minyak global dapat menyebabkan persediaan minyak semakin menurun,” ucap Thummel.

Adapun, serangan udara pada 1 April terhadap konsulat Iran di Suriah, yang dianggap Teheran dikaitkan dengan Israel, menewaskan tujuh perwira militer Iran dan memicu aksi balas dendam.

Sejak dimulainya perang di Gaza pada awal Oktober 2023, terjadi peningkatan tensi antara Israel dan militan Hizbullah dukungan Iran yang berbasis di Lebanon. Hamas, yang memerintah Gaza dan melancarkan serangan pada 7 Oktober di Israel selatan, juga didukung oleh Iran.

Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Yerusalem mengeluarkan peringatan perjalanan pada hari Kamis. Mereka memperingatkan warga AS di Israel agar tidak melakukan perjalanan ke luar kota-kota besar seperti Tel Aviv.

Sementara, harga minyak mentah telah meningkat sepanjang bulan ini seiring dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, dengan harga minyak mentah berjangka AS diperdagangkan 5 persen lebih tinggi dan minyak mentah acuan global Brent naik mendekati 6 persen.

Dalam perdagangan hari Jumat, minyak mentah West Texas Intermediate bulan Mei naik 76 sen atau 0,9 persen, diperdagangkan pada 85,78 dolar AS per barel. Sementara, minyak mentah Brent bulan Juni naik 90 sen atau 1 persen menjadi 90,64 dolar AS per barel.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut