Harga Gula Rafnasi Melonjak Nyaris 37 Persen, Produk Makanan dan Minuman Bakal Naik Akhir 2023?
JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi S Lukman mengungkapkan, Gapmmi tengah mempertimbangkan menaikkan harga produk industri makanan dan minuman (mamin) akhir tahun ini. Hal tersebut
menyusul naiknya harga gula rafinasi hingga 36,84 persen menjadi 26 sen dolar AS dari harga sebelumnya 19 sen dolar AS per pon.
Akibat kenaikan harga tersebut, Gapmmi harus mengeluarkan biaya hingga Rp10.000 untuk membeli satu kilogram (kg) gula rafinasi. Angka ini naik signifikan dibandingkan sebelumnya, yang berada di kisaran Rp7.000-Rp8.000.
“Kenaikan harga di perusahaan besar biasanya terjadi pada awal atau akhir tahun. Kami akan mengkaji untuk kenaikan harga ini di akhir tahun,” kata dia dalam program Market Review IDX Channel, Senin (22/5/2023).
Adhi mengungkapkan, jika harga gula rafinasi tidak kunjung mendekati level normal hingga akhir tahun, maka Gapmmi akan menaikkan harga produk. Namun dia menuturkan, kenaikan harga produk makanan dan minuman akan dipertimbangkan dengan matang.
Perusahaan Makanan Ringan IPO, Segini Harga Saham yang Ditawarkan
Dia menjelaskan, perusahaan besar harus terlebih dahulu bernegosiasi dengan pelaku usaha retail. Di samping itu, Adhi merasa Gapmmi juga masih mempertimbangkan daya beli masyarakat pada masa pemulihan dari pandemi Covid-19.
Adhi mengimbau pelaku industri mamin melakukan langkah alternatif untuk memangkas biaya produksi, di antaranya melakukan efisiensi atau penghematan ongkos produksi untuk pengeluaran energi dan air untuk meredam kenaikan harga bahan baku tersebut.
Daftar Harga BBM Hari Ini di SPBU Pertamina Seluruh Indonesia, Termahal Rp15.600 per Liter
“Kalau dilihat, pengeluaran energi dan air cukup besar. Ini yang coba dipangkas untuk menekan biaya produksi,” ucapnya.
Selain itu, perusahaan juga tengah mencari bahan baku alternatif untuk memangkas biaya produksi. Namun, Gapmmi juga berkomitmen tetap menjaga kualitas produk.
Adhi berharap, tambahan pasokan gula dari Australia pada masa panen di Juni dan Juli mendatang dapat membantu menstabilkan harga. Sehingga biaya produksi bisa kembali normal dan Gapmmi tidak perlu menaikkan harga produk pada akhir tahun ini.
Editor: Jujuk Ernawati