Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : IHSG Hari Ini Kembali Ditutup di Zona Merah, RELI-TPIA Pimpin Top Losers
Advertisement . Scroll to see content

Fakta-fakta Miliarder Rusia Alihkan Saham untuk Hindari Sanksi Barat, Pernah Terjadi Saat Aneksasi Krimea di 2014

Minggu, 13 Maret 2022 - 19:11:00 WIB
Fakta-fakta Miliarder Rusia Alihkan Saham untuk Hindari Sanksi Barat, Pernah Terjadi Saat Aneksasi Krimea di 2014
Roman Abramovich, salah satu miliarder Rusia yang melepas kepemilikan saham di klub bola Chelsea, untuk menghindari sanksi Barat. (Foto: Daily Mail)
Advertisement . Scroll to see content

4. Andrey Melnichenko

Miliarder Rusia, Andrey Melnichenko, memutuskan mengundurkan diri dari produsen pupuk EuroChem Group dan perusahaan energi batubara SUEK yang didirikannya. 

Dia mengundurkan diri sebagai penerima manfaat dari sekitar 17 miliar dolar AS sahamnya di produsen pupuk, EuroChem, dan pemasok batubara termal, SUEK, pada 9 Maret 2022, tepat di hari dia dikenai sanksi Barat. 

5. Roman Abramovich

Roman Abramovich, miliarder pemilik Chelsea Football Club, mengumumkan waralaba olahraga itu akan dijual, pada 2 Maret 2022. Seminggu kemudian, Inggris memberi sanksi kepadanya dan enam orang Rusia lainnya, sehingga dia memutuskan meninggalkan klub bola tersebut. 

Pemerintah AS dikabarkan telah bekerja sama dengan Office of Foreign Assets Control (OFAC) untuk mendeteksi akun dan perusahaan yang relevan dengan para miliarder AS. 

Howard Mendelsohn, kepala klien di Kharon, mengatakan perlu waktu bagi lembaga keuangan untuk mengidentifikasi akun terkait dari individu yang terkena sanksi yang belum diketahui secara luas. Hal ini yang dimanfaatkan para miliarder Rusia untuk mengalihkan saham mereka secara diam-diam untuk menghindari sanksi Barat.

Menurut dia, miliarder Rusia telah kehilangan lebih dari 90 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.289 Triliun akibat sanksi Barat seiring invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina. 

"Tanpa henti, para taipan Rusia mencoba melindungi dan melindungi kepentingan mereka karena target pihak berwenang (sanksi Barat) semakin luas," kata Mendelsohn. 

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut