Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : IHSG Hari Ini Kembali Ditutup di Zona Merah, RELI-TPIA Pimpin Top Losers
Advertisement . Scroll to see content

Fakta-fakta Miliarder Rusia Alihkan Saham untuk Hindari Sanksi Barat, Pernah Terjadi Saat Aneksasi Krimea di 2014

Minggu, 13 Maret 2022 - 19:11:00 WIB
Fakta-fakta Miliarder Rusia Alihkan Saham untuk Hindari Sanksi Barat, Pernah Terjadi Saat Aneksasi Krimea di 2014
Roman Abramovich, salah satu miliarder Rusia yang melepas kepemilikan saham di klub bola Chelsea, untuk menghindari sanksi Barat. (Foto: Daily Mail)
Advertisement . Scroll to see content

Untuk menghindari perusahaannya masuk dalam daftar Office of Foreign Assets Control (OFAC), Oleg Deripaska menyusutkan kepemilihan saham di  perusahaan aluminium En+ Group International PJSC's menjadi 45 persen dari sebelumnya 70 persen. 

Penyusutan saham tersebut dilakukannya melalui serangkaian transaksi kompleks yang melibatkan tender saham ke bank milik negara, transfer saham, dan sumbangan amal. Akibatnya, OFAC mencabut sanksi terhadap En+, dengan alasan bahwa mayoritas dewan direksi adalah independen.

Kini saat Rusia melakukan invasi ke Ukraina dan Barat menjatuhkan sanksi, sejumlah miliarder Rusia mengambil langkah cepat mengalihkan saham mereka sebelum sanksi Barat berlaku efektif. 

Berikut fakta-fakta miliarder Rusia yang mengalihkan saham untuk menghindari sanksi Barat terkait invasi ke Ukraina: 

1. Alexey Mordashov

Salah satu miliarder Rusia yang diketahui telah mengalihkan sahamnya adalah Alexey Mordashov. Pemilik perusahaan baja terbesar di Rusia yang juga tercatat sebagai orang terkaya ke-4 di negara beruang merah itu, telah mengalihkan saham senilai 1,1 miliar dolar AS di perusahaan pertambangan, Nordgold, kepada istrinya, Marina Mordashov, tepat di hari sanksi Barat terhadapnya diumumkan, pada 28 Februari 2022.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut