Ekspor Minyak Rusia ke China Sentuh Rekor Tertinggi, Capai 1,66 Juta Barel per Hari
Kenaikan pembelian dari China merupakan bukti pemulihan ekonomi negara itu yang juga akan membantu menopang harga minyak global. Badan Energi Internasional pekan lalu menyebut China untuk mendorong perkiraan permintaannya, sementara produsen OPEC Iran memperkirakan Brent akan naik di atas 100 dolar AS per barel tahun ini.
Adapun, dibutuhkan waktu lebih dari enam minggu untuk kargo yang dikirim dari pelabuhan barat Rusia untuk tiba di China. Sementara, minyak mentah yang dikirim dari Timur Jauh Rusia biasanya tiba di bulan yang sama.
Penawaran minyak Ural Rusia dan minyak mentah ESPO dipatok dengan diskon masing-masing 13 dolar AS dan 8 dolar AS per barel, terhadap Brent berdasarkan pengiriman. Angka ini jauh lebih murah daripada kelas serupa di Afrika Barat, yang harganya lebih tinggi dari Brent.
China telah mendominasi pembelian ESPO sejak akhir 2022. Penyulingan swasta menjadi konsumen utama, tetapi pedagang mengawasi permintaan dari penyulingan milik negara seperti China Petroleum & Chemical Corp atau Sinopec, serta CNOOC Ltd.
China tidak hanya membeli seluruh jadwal pemuatan bulanan ESPO untuk Januari, tetapi juga membeli grade Arktik dan Ural, menurut analis Kpler. Pembelian bahan bakar minyak terutama berasal dari wilayah Laut Hitam dan Laut Baltik.