Deretan Miliarder yang Masuk Pemerintahan Trump, Elon Musk hingga Jared Isaacman
Misalnya, pada tahun 2017, Steven Mnuchin, yang saat itu menjadi calon menteri keuangan, setuju untuk melakukan divestasi dari 43 perusahaan dan investasi untuk mematuhi standar tersebut.
Kepala Penasihat Etika di Citizens for Responsibility and Ethics, Virginia Canter mengatakan bahwa dalam beberapa kasus, calon pejabat yang berasal dari dunia ekuitas swasta atau modal ventura mungkin merasa sulit untuk mendivestasi aset mereka tepat waktu.
Berikut deretan miliarder yang akan bergabung dengan pemerintahan Trump:
Elon Musk sejauh ini merupakan orang terkaya yang akan bergabung dengan pemerintahan Trump, dengan kekayaan bersih sebesar 355 miliar dolar AS atau setara Rp5.740 triliun (per 6 Desember 2024).
Musk, salah satu Kepala Komisi Efisiensi pemerintah Trump, akan bekerja dengan pengusaha konservatif Vivek Ramaswamy di luar pemerintah federal di Department of Government Efficiency (DOGE) atau Departemen Efisiensi Pemerintah. Keduanya bertekad ingin memangkas lebih dari 2 triliun dolar AS dari anggaran federal.
Untuk saat ini, Musk tidak dikenakan persyaratan divestasi karena dia berada di luar pemerintahan Trump. Pakar etika mengatakan masih harus dilihat apakah DOGE akan memenuhi definisi Undang-Undang Komite Penasihat Federal. Undang-undang era 1970-an ini berupaya untuk menertibkan panel eksternal dan terkadang rahasia yang memberi nasihat kepada pemerintah federal.