BRI Bantu Taman Dahlia Penuhi Gizi Anak, Hasil Panen Disuplai ke Dapur MBG
"Paling kita kelola putus, (keuntungan) Rp100.000-200.000. Kemudian kita belikan lagi untuk kompos, beli bibit lagi," ujarnya.
Saat ini, berbagai jenis tanaman tumbuh di Taman Urban Farming Dahlia. Selain pakcoy, warga juga menanam sawi, kangkung, terong, hingga tanaman herba seperti jahe, kunyit, dan temulawak.
Khusus pakcoy, tanaman tersebut dibudidayakan secara konvensional maupun hidroponik. Sukarni menyebut hasil hidroponik memiliki tekstur yang berbeda.
"Kalau di hidroponik itu karena air ya, lebih crunchy, garing, tapi gampang patah. Harus lebih hati-hati dari konvensional," katanya.

Pendampingan program BRInita menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan Taman Urban Farming Dahlia. Sebelum mendapatkan dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI melalui BRI Bertani di Kota (BRInita) pada 2022 lalu, pengelolaan kebun tersebut lebih banyak bertumpu pada gotong royong dan iuran warga.