Bikin Koperasi, Tukang Bakso di Bekasi Siap Naik Kelas
BEKASI, iNews.id – Para pelaku UMKM yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Mi dan Bakso (Papmiso) Kota Bekasi sepakat membentuk koperasi. Langkah itu diharapkan mampu menjembatani mereka memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah lewat perbankan.
Pada Selasa (15/12/2022) lalu, para anggota Papmiso Kota Bekasi sudah bertemu langsung dengan Menteri BUMN Erick Thohir dan Regional CEO Jakarta 2 BRI, Prasetyo Sayekti, di Cikarang Bekasi, Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, mereka mengeluhkan masih sulitnya akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para pelaku UMKM, khususnya tukang bakso.
“Sebagai tindak lanjut pertemuan dengan menteri BUMN, kebijakan terkait KUR sudah disampaikan oleh Pak Prasetya langsung kepada kami agar tidak simpang siur informasinya,” ungkap Ketua Papmiso Kota Bekasi, Maryanto, Rabu (16/2/2022).
“Dan alhamdulillah anggota Papmiso Kota Bekasi sudah punya rekening BRI. Artinya, kemudahan ini akan kami sampaikan ke teman-teman kami yang masih membutuhkan tambahan biaya yang akan dibantu Bank BRI,” kata pria yang akrab disapa Mas Yanto itu.
Ini Tips Owner House of Tea agar UMKM Bertahan di Tengah Pandemi
Dia menjelaskan, pembentukan Koperasi Papmiso menjadi jembatan dalam proses peminjaman dana bagi para anggota yang membutuhkan modal usaha. Tak hanya pembiayaan, kata dia, koperasi bersama BRI ke depannya juga akan mendampingi para pedagang agar bisa mendapatkan bahan baku daging untuk pembuatan bakso dengan harga yang bersaing.
“Kebetulan di BRI juga ada nasabah yang notabene importir daging. Ya itulah, kami dikasihkan link untuk bertemu kepada importir itu agar mendapatkan harga yang kompetitif,” kata Mas Yanto.
Tularkan Ilmu Sukses, UMKM Bantu Perajin Naik Kelas
Dengan adanya kemudahan akses pembiayaan dan pendampingan dari BRI, usaha para pedagang yang tergabung dalam Papmiso Kota Bekasi diharapkan bisa naik level ke segmen yang lebih tinggi.
Tahan Banting saat Pandemi, UMKM Ini Sanggup Ekspor hingga 30 Kontainer Per Bulan!
Regional CEO Jakarta 2 BRI, Prasetya Sayekti mengatakan, pihaknya akan mempercepat proses kredit mikro, sehingga dalam waktu dua hari saja pengajuan kredit sudah dapat dicairkan. “Relaksasi yang diberikan pemerintah adalah, untuk KUR sampai dengan Rp100 juta (pengajuannya) tanpa perlu ada agunan tambahan,” tuturnya.
Dia menuturkan, layanan dari BRI kepada Papmiso bukan sebatas sampai KUR saja, tetapi juga memberikan pelatihan termasuk kiat dalam meningkatkan pendapatan para pedagang. Pihaknya akan terus proaktif turun ke lapangan sebagai bentuk pendampingan kepada para pelaku UMKM.
BRI Mantapkan Posisi Sebagai Bank Penyalur Kredit Terbesar untuk UMKM di Tanah Air
“Di setiap kantor desa dan kelurahan, BRI mempunyai program pojok mantri desa tujuan untuk melayani kebutuhan perbankan, baik pembiayaan atau pinjaman maupun jasa jasa lainnya.”
Editor: Ahmad Islamy Jamil