Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pabrik Patungan Krakatau Steel dan Osaka Steel Jepang Tutup Operasi di RI, Ini Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Belum Bisa Ekspor, 3 Pabrik CPO di Mukomuko Tutup

Kamis, 02 Juni 2022 - 15:17:00 WIB
Belum Bisa Ekspor, 3 Pabrik CPO di Mukomuko Tutup
Tiga pabrik CP di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, tutup beroperasi sejak akhir April 2022 karena belum ada ekspor melalui Teluk Bayur. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

BENGKULU, iNews.id - Tiga pabrik crude palm oil (CPO) di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, tutup beroperasi sejak akhir April 2022. Tutupnya pabrik-pabrik itu disebabkan tangki penampungan yang sudah penuh, sehingga perusahaan menolak menerima atau membeli Tandan Buah Segar (TBS) milik petani warga setempat.

Penuhnya tangki CPO di tiga pabrik itu disebabkan belum ada adanya ekspor yang disalurkan melalui jalur laut di Teluk Bayur, Sumatera Barat.

Tiga pabrik yang tutup tersebut tersebar pada tiga kecamatan di Kabupaten Mukomuko, yaitu PT Gajah Sakti Sawit, di Kecamatan Pondok Suguh, PT Sapta Sentosa Jaya Abadi di Kecamatan Lubuk Pinang, dan PT Sentosa Sejahtera Sejati (SSS) di Kecamatan Penarik. 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Apriansyah menjelaskan, terdapat 14 pabrik CPO yang ada di wilayahnya, dan tiga pabrik di antaranya tutup beroperasi sejak akhir April 2022. 

Untuk kapasitas pabrik CPO, PT Gajah Sakti Sawit dapat menampung atau kapasitas daya tampung 700 ton CPO, dengan 1 tangki. Lalu, PT Sapta Sentosa Jaya Abadi memiliki kapasitas daya tampung CPO 4.000 ton dengan memiliki dua tangki, dan PT Sentosa Sejahtera Sejati memiliki kapasitas daya tampung 1.500 ton CPO.

"Daya tampung tangki tiga perusahaan terbatas, sehingga mereka sudah tidak bisa lagi menerima tandan buah segar milik petani," ujar Apriansyah, Kamis (2/6/2022). 

Apriansyah menambahkan, pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap tangki milik tiga pabrik CPO tersebut. Menurutnya, tangki penampungan tersebut sudah penuh dan tidak bisa menampung CPO lagi.

"Sudah kita cek ke lapangan. Memang benar, tangki penampungan CPO sudah penuh, makanya mereka tutup beroperasi menerima TBS dari petani atau masyarakat," kata dia.

Untuk penetapan harga TBS di Kabupaten Mukomuko, lanjut Apriansyah, harga terendah TBS Rp2.600 per kilogram (kg) dan harga tertinggi Rp28.000 per kg. Namun, harga TBS setiap pabrik tidak bisa dipukul rata, di mana setiap pabrik berbeda-beda menerima harga TBS. 

Di lapangan, kata Apriansyah, harga TBS tertinggi seharga Rp18.000 per kg dan harga terendah Rp1.600 per kg.

"Setiap pabrik harga TBS yang dibeli berbeda-beda. Sebab, mereka juga memiliki kebun, makanya harga TBS setiap pabrik itu berbeda-beda di Mukomuko," ucapnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut