Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bahlil bakal Hidupkan Lagi Program Kompor Listrik, Siapkan Anggaran Rp815,56 Miliar
Advertisement . Scroll to see content

Begini Penjelasan Ketua Banggar DPR Said Abdullah soal Penghapusan Daya Listrik 450 VA 

Senin, 19 September 2022 - 11:59:00 WIB
Begini Penjelasan Ketua Banggar DPR Said Abdullah soal Penghapusan Daya Listrik 450 VA 
Ketua Banggar DPR MH Said Abdullah angkat suara perihal penghapusan daya listrik 450 volt ampere (VA) yang menjadi sorotan masyarakat. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR MH Said Abdullah angkat suara perihal penghapusan daya listrik 450 volt ampere (VA) yang menjadi sorotan masyarakat. Menurutnya, banyak orang salah kaprah perihal maksud Banggar dan pemerintah mengenai pembahasan daya listrik tersebut.

Said menjelaskan, hampir seminggu ini di media sosial dibahas sedemikian rupa bahwa pemerintah dan Badan Anggaran DPR akan menghapus pelanggan daya listrik 450 VA. Bahkan, serangan secara pribadi disasarkan kepada Ketua Banggar, sehingga pembelokan isu dan sudah keluar dari aspek proporsionalitas. 

"Pada kebijakan yang sangat strategis, kita perlu peralihan energi dari berbasis minyak bumi menuju listrik. Kenapa hal itu perlu kita tempuh, sebab kita punya ketergantungan impor yang sangat besar terhadap minyak bumi. Kemampuan produksi minyak bumi kita hanya 614.000-650.000 barel per hari, sementara kebutuhan kita mencapai 1,4-1,5 juta barel per hari," ujar Said dalam keterangan tertulis, Senin (19/9/2022).

Said menuturkan, ketergantungan terhadap impor minyak bumi mengakibatkan Indonesia terjebak dalam posisi sulit yang sering dihadapi berulangkali, seperti kenaikan harga minyak bumi dan kurs kian memojokkan Indonesia dalam posisi sulit.

Menurutnya, APBN harus mengongkosi subsidi yang kian besar, sehingga postur APBN tidak sehat dan rentan. Bila ongkos tersebut dikurangi berakibat harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik, dan menimbulkan beban kepada rakyat.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut