BCA Kantongi Laba Bersih Rp29 Triliun hingga Semester I 2025, Naik 8 Persen
Pada segmen konsumer, pertumbuhan juga terlihat signifikan. Ditopang pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar 8,4 persen menjadi Rp137,6 triliun, dan kredit kendaraan bermotor (KKB) 5,2 persen mencapai Rp65,4 triliun, total pertumbuhan kredit konsumer mencapai 7,6 persen yoy hingga Rp226,4 triliun. Outstanding pinjaman konsumer lainnya (sebagian besar kartu kredit) tumbuh 9,4 persen yoy mencapai Rp23,4 triliun.
Kualitas pinjaman BCA tetap solid, tercermin dari rasio loan at risk (LAR) yang membaik menjadi 5,7 persen pada semester I 2025, dari 6,4 persen pada tahun sebelumnya. Rasio non performing loan (NPL) terkelola di level 2,2 persen. Pencadangan NPL dan LAR pun memadai, masing-masing 167,2 persen dan 68,7 persen.
BCA juga menunjukkan komitmen pada aspek ESG (Environmental, Social, and Governance). Penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan naik 21,1 persen yoy menyentuh Rp239,7 triliun per Juni 2025, setara 24,9 persen dari total portofolio pembiayaan. Ini termasuk penyaluran kredit kendaraan bermotor listrik sekitar Rp3,2 triliun per Juni 2025.
Berbagai program inisiatif juga diluncurkan, seperti program Kredit Multiguna Usaha Kartini dengan bunga spesial mulai 3,21 persen eff. p.a. untuk perempuan pengusaha atau usaha dengan mayoritas karyawan perempuan. Pada segmen komersial dan UKM yang bergerak di Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) dan sektor pendidikan, BCA juga menawarkan bunga spesial untuk kredit produktif.
Total dana pihak ketiga (DPK) BCA naik 5,7 persen yoy menyentuh Rp1.190 triliun per Juni 2025. Dana giro dan tabungan (CASA) secara konsolidasi berkontribusi sekitar 82,5 persen dari total DPK, tumbuh 7,3 persen mencapai Rp982 triliun.