Bangga! Bank Mandiri Pertahankan Gelar Best Bank in Indonesia Tiga Tahun Berturut-turut
Kinerja solid ini ditopang oleh kualitas aset yang tetap terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) sebesar 1,22 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri. Sejalan dengan itu, rasio biaya kredit atau cost of credit stabil di level 0,92 persen.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8,82 persen yoy mencapai Rp1.772,9 triliun, jauh di atas pertumbuhan industri sebesar 4,29 persen. Struktur pendanaan juga tetap sehat dengan rasio dana murah (CASA) pada level 77,6 persen, meningkat dibandingkan rata-rata tahun sebelumnya.
Pencapaian ini melampaui pertumbuhan industri perbankan tanah air. Sekaligus turut mempertegas peran Bank Mandiri dalam mendukung agenda pemerintah memperkuat fundamental perekonomian nasional.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan (diangkat dalam RUPSLB 2025 dan efektif setelah lulus fit and proper test OJK) menegaskan bahwa keberhasilan ini lahir dari sinergi antara kepercayaan masyarakat, strategi perseroan, serta dukungan pemerintah terhadap sektor keuangan.
“Bank Mandiri berkomitmen untuk terus hadir mendukung pembangunan nasional, bukan hanya melalui penyaluran kredit, tapi juga dengan memperkuat perekonomian kerakyatan dan memperluas akses layanan finansial hingga ke daerah terluar,” ucapnya.