9 Perusahaan Makanan Minuman Hengkang dari Rusia, Ratusan Ribu Orang Kehilangan Pekerjaan
6. Heineken
Perusahan minuman bir, Heineken, mengumumkan akan berhenti memproduksi dan menjual bir di Rusia. Pengumuman yang disampaikan pada hari ini, Jumat (9/3/2022), menyebutkan perusahaan akan mengambil langkah segera untuk menghentikan aliran uang, royalti, dan dividen dari negara tersebut.
"Kami memilih opsi strategis terbaik untuk masa depan operasi di Rusia. Kami melihat perbedaan yang jelas antara tindakan pemerintah dan karyawan kami di Rusia," bunyi pengumuman Heineken.
7. PepsiCo (berdampak pada 20.000 mitra dan 40.000 pekerja pertanian)
PepsiCo pun juga sama dengan enam perusahan makanan dan minuman lainnya. PepsiCo akan menuntaskan penjualan dan merek minuman global di negeri beruang merah.
CEO PepsiCo Ramon Laguarta mengatakan Pepsi akan berhenti investasi modal, beriklan, dan melakukan kegiatan promosi di Rusia. Namun, PepsiCo akan terus menjual beberapa produk bahan pokoknya, termasuk susu formula, makanan bayi, dan produk olahan susu lainnya.
"Kami memiliki tanggung jawab untuk terus menawarkan produk kami yang lain di Rusia, termasuk kebutuhan sehari-hari. Dengan terus beroperasi, kami akan terus mendukung mata pencarian 20.000 mitra Rusia kami dan 40.000 ribu pekerja pertanian Rusia dalam rantai pasokan, karena mereka menghadapi tantangan dan ketidakpastian yang signifikan di masa depan," kata Laguarta.