6 Negara Diundang Gabung, Vladimir Putin: BRICS Tidak Bersaing dengan Siapa pun
JOHANNESBURG, iNews.id - Pertemuan puncak KTT BRICS yang berlangsung tiga hari di Johannesburg, Afrika Selatan, memutuskan mengundang enam negara bergabung menjadi anggota baru kelompok tersebut. Enam negara itu di antaranya Argentina, Mesir, Iran, Ethiopia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Presiden RusiaVladimir Putin, yang hadir secara virtual karena adanya surat perintah penangkapan atas dugaan kejahatan perang, menyebut, kelompok BRICS tidak ingin bersaing dengan pihak mana pun.
“BRICS tidak bersaing dengan siapa pun. Tetapi jelas juga bahwa proses munculnya tatanan dunia baru ini masih mempunyai lawan yang sengit," ujar Putin dikutip dari Reuters, Jumat (25/8/2023).
Negara-negara yang diundang untuk bergabung mencerminkan keinginan masing-masing anggota BRICS untuk membawa sekutu mereka ke dalam blok tersebut.
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva secara vokal melobi agar negara tetangganya Argentina dimasukkan ke dalam blok. Sementara, Mesir memiliki hubungan komersial yang erat dengan Rusia dan India.
Masuknya negara-negara produsen minyak, Arab Saudi dan UEA, menyoroti pergeseran mereka dari orbit Amerika Serikat (AS) dan ambisi mereka untuk menjadi negara kelas berat global.
Sementara, Rusia dan Iran mempunyai tujuan yang sama dalam perjuangan bersama melawan sanksi dan isolasi diplomatik yang dipimpin AS, dan hubungan ekonomi mereka semakin erat setelah invasi Moskow ke Ukraina.
Selain itu, China diketahui dekat dengan Ethiopia. Masuknya negara ini juga menunjukkan keinginan Afrika Selatan untuk memperkuat suara Afrika dalam urusan global.
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyampaikan, enam negara kandidat baru tersebut akan secara resmi menjadi anggota BRICS pada 1 Januari 2024 mendatang. Menurutnya, kelompok tersebut telah memulai babak baru dalam upayanya membangun dunia yang adil, inklusif, dan sejahtera.
“Kami memiliki konsensus mengenai fase pertama dari proses ekspansi ini dan fase lainnya akan menyusul," kata Ramaphosa.
Editor: Aditya Pratama