Kue yang sudah jadi didekorasi dengan cat emas yang dapat dimakan (bagi mereka yang mampu membelinya) atau lapisan gula putih datar untuk menonjolkan detailnya.
Pada abad ke-16, orang Inggris mengganti remah roti dengan tepung, dan menambahkan telur dan pemanis, menghasilkan produk yang lebih ringan. Pria roti jahe pertama dikreditkan ke Ratu Elizabeth I, yang mengetuk kaus kaki tamu yang berkunjung dengan menyajikan mereka dengan yang dipanggang dalam rupa mereka sendiri.
Roti jahe yang diikat dengan pita sangat populer di pameran dan, ketika ditukar, menjadi tanda cinta.
Roti Jahe Masa Kini
Roti jahe di masa kini telah mengalami banyak perubahan dalam bahan-bahan maupun cara memasaknya. Kini, roti jahe adalah manisan panggang yang mengandung jahe dan kadang-kadang kayu manis, cengkeh, pala, kapulaga, adas manis, dan dimaniskan dengan kombinasi gula merah, molase, sirup jagung terang dan gelap, atau madu.
Roti jahe dapat berbentuk kue tipis dan renyah seperti buncis, pierniczki Polandia, pernik Ceko, pryaniki Rusia, licitars Kroasia, pepparkakor Skandinavia, dan spekula Belanda yang dipotong menjadi hati atau bentuk fantastis lainnya.
Gingerbread juga bisa berupa piernik Polandia yang gelap dan pedas, atau versi Amerika yang disajikan, kadang-kadang, dengan glasir lemon. Bentuk ketiga gingerbread saat ini adalah manisan berbentuk rumah yang dibuat dengan variasi adonan kue jahe.