Terungkap, 3 Jenis Diet Populer Ini Sebenarnya Tidak Cocok untuk Perempuan

Wilda Fajriah
Memilih cara diet dengan aman (Foto: good housekeeping)

Begitu tubuh memasuki ketosis, kita mulai kehilangan otot, menjadi sangat lelah, dan akhirnya memasuki mode kelaparan yang sebenarnya membuat penurunan berat badan semakin sulit.

Diet keto lebih berbahaya bagi sebagian besar wanita terutama jika mereka memiliki kondisi medis yang mendasarinya seperti PCOS, menstruasi tidak teratur, atau Infertilitas.

2. Puasa intermiten

Puasa adalah praktik yang melibatkan sepenuhnya berpantang makan atau menghindari makanan tertentu untuk jangka waktu tertentu. Dalam beberapa tahun terakhir, puasa intermiten menjadi semakin populer di kalangan orang yang ingin menurunkan berat badan.

Selama penelitian, ditemukan meskipun puasa intermiten menghasilkan hasil yang menguntungkan pada orang yang kelebihan berat badan atau obesitas, wanita yang mencobanya, memiliki efek negatif berikut:

- Perubahan suasana hati yang parah
- Kelaparan yang ekstrem
- Energi rendah/kelelahan
- Pikiran obsesif tentang makanan
- Makan berlebihan pada hari-hari tanpa kalori terbatas
- Depresi
- Amarah

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
19 hari lalu

Dito Ariotedjo Pangkas Berat Badan hingga 40 Kg, Ngaku Cuma Konsumsi 1.000 Kalori per Hari

19 hari lalu

Dito Ariotedjo Cerita Diet Ketat sejak Tak Jabat Menpora, Berat Turun hingga 40 Kg

21 hari lalu

Yoghurt Belum Tentu Sehat! Menkes Budi Ungkap Fakta Mengejutkan

23 hari lalu

Stop Makan Gorengan 40 Hari, Willie Salim Klaim Lemak Turun 5,8 Kg!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal