Peneliti menanyakan beberapa pertanyaan, seperti berapa cangkir kopi yang mereka minum setiap harinya dan kopi jenis apa yang mereka minum, apakah kopi bubuk, instan, atau kopi tanpa kafein.
Setelah itu, peserta studi dikelompokkan menjadi enam kategori berdasarkan pada asupan kopi harian, terdiri dari sama sekali tidak minum kopi, kurang dari satu, satu, dua hingga tiga, empat hingga lima, dan lebih dari lima cangkir per hari.
Didapati data, sebanyak 198.062 peserta (44,1%) minum kopi instan, 82.575 (18,4%) minum kopi bubuk, dan 68.416 (15,2%) minum kopi tanpa kafein. Sementara itu, ada 100.510 (22,4%) peserta studi yang tidak minum kopi sama sekali dan kelompok ini dijadikan sebagai kelompok pembanding.
Hasilnya diketahui ada pengurangan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular pada kelompok minum kopi 2-3 cangkir per hari dibandingkan dengan tidak minum kopi sama sekali, yaitu 14% pada peminum kopi tanpa kafein, 27% pada peminum kopi bubuk, dan 11% pada peminum kopi instan.
Penelitian ini juga mendiagnosis 43.173 peserta studi mengalami penyakit kardiovaskular selama masa penelitian. Luar biasanya, terlihat mereka yang minum kopi 2-3 cangkir per hari lebih minim risiko.
Lalu, peminum kopi bubuk dan instan juga dikaitkan dengan penurunan risiko kejadian aritmia, termasuk fibrilasi atrium. Tapi, ini terjadi pada kelompok peminum kopi 4-5 cangkir per hari dibandingkan dengan kelompok tidak minum kopi sama sekali.
"Temuan kami menunjukkan, minum kopi dalam jumlah sedang terbukti dapat menyehatkan jantung," kata Profesor Kistler.