Perlu diketahui, Majapahit Imperial Dining diluncurkan dalam malam yang intim di Lobi Pendopo yang megah di The Apurva Kempinski Bali, seiring merayakan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2023. Makan malam disajikan dengan dekorasi artisanal yang ramah lingkungan dan pertunjukan tarian yang memesona untuk meningkatkan perjalanan pengalaman menarik yang di masa kerajaan.
Kerajaan Majapahit memang terkenal dengan jamuan makan dan pestanya yang mewah, di mana masakan dibuat dengan presentasi yang rumit dan dekoratif untuk acara-acara khusus, upacara, dan ritual keagamaan. Masakan tersebut merupakan mosaik pengaruh masakan Indonesia, India, China, dan Arab, yang mencerminkan perdagangan dan pertukaran budaya pada masanya.
Kerajaan ini yang berkembang pesat dari akhir abad ke-13 hingga awal abad ke-16, terkenal karena praktik pertaniannya yang canggih di mana bahan-bahannya dibagi menjadi lima teknik penanaman utama termasuk Pala Pendhem (ditanam di bawah tanah), Pala Kesimpar (ditanam dari tanaman merambat), Pala Gumantung (bergelantungan di pohon), Palawijo (panen serbaguna), dan Pala Kitri (korps berumur panjang).
Nasi diubah menjadi makanan pokok, sedangkan rempah-rempah seperti cengkeh, pala, serai, lengkuas, kelapa, dan merica tidak hanya sekadar penambah rasa tetapi juga simbol kemewahan kerajaan. Selain itu, metode pengawetan makanan seperti pengeringan dan penggaraman sangat populer di era ini, selain pengasapan dan fermentasi.
Salah satu hidangan teladan yang menonjolkan penguasaan teknik ini adalah hidangan ikan asin. Menu yang dikurasi khusus untuk Majapahit Imperial Dining menampilkan Urap Hayuyu yang melambangkan harmoni dengan biji-bijian yang tidak biasa seperti Jewawut (Foxtail Millet atau Setaria Italica), Rawon Lembu yang diperkaya dengan Kluwek (Pangium) karena kuahnya yang gelap, Botok Iwak menghormati setiap bagian dari kelapa, Manuk Urang Manggar dengan rasa jeruk dan pedas dari Lada Andaliman, dan Jadah Tape sebagai penghormatan terhadap tradisi jajanan kaki lima Tape Uli di Betawi.
Inti dari menu set adalah Nasi Melik Parijatha yang luar biasa, nasi unik yang tumbuh di lereng Gunung Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur, dan dikenal secara eksklusif disajikan kepada raja-raja Majapahit. Setiap hidangan disiapkan menggunakan teknik memanggang, memanggang, mengukus, dan menggoreng yang telah lama ada, yang mewujudkan evolusi rasa dan keahlian kuliner sambil menceritakan kisah cita rasa kuno.