Di balkon lega ini, tampak pengunjung saling bercengkrama. Ada bocah yang bermain air kolam renang, ada orang tua yang mengejar si kecil hilir mudik, hingga mereka yang sebatas menatap kejauhan sembari menghirup udara bersih.
Seperti Tari yang jauh-jauh dari pusat kota Tasikmalaya. Dia menyadari betul udara sejuk dan keheningan tak akan bisa didapati di tempat tinggalnya. Begitu mengetahui lokasi kafe ini, dia dan rombongan keluarganya sudah jauh hari merencanakan datang.
"Tempatnya enak, kami yang datang berasa kembali ke alam. Waktunya kebetulan libur Lebaran, kami langsung cus (pergi ke sini)," kata Tari saat ditemui di lokasi, belum lama ini.
Urusan makanan, Tari tak ada soal. Rasa nasi goreng yang dicicipi ramah di lidah. Harganya pun masih terjangkau dibanding harga nongkrong di kafe pusat kota.
"Biarkan jauh dari kota, tempat ini wajib didatangin berkali-kali," ujarnya.
Bicara soal harga santapan, kedai ini menawarkan harga bervariasi mulai dari Rp25 ribu hingga Rp190 ribuan untuk berbagai menu makanan ala Western dan khas Nusantara macam sop iga. Harga minumannya pun tak kalah cocok di kantong, mulai dari Rp20 ribuan untuk varian minuman dingin dan hangat.
Pengelola Jeda Coffee, Emir, tahu betul tempat semacam Jeda sudah jamak di Jawa Barat. Kendati demikian, dia ingin konsisten menjajakan pesona alam dan lezatnya makanan.
"Ya, pesona Tasikmalaya enggak kalah sama daerah lain. Paling penting, kami jaga kualitas makanan dan keindahan alam di sini," tutur Emir.