HUT ke-494 Jakarta, Yuk Mengenal Sejarah Roti Buaya yang Legendaris

Siska Permata Sari
Mengenal sejarah roti buaya (Foto: Instagram@caprotibuaya)

Sementara itu, Peneliti Sejarah Betawi, JJ Rizal mengatakan, sifat buaya yang hanya kawin sekali di sepanjang hidupnya ini juga menjadi inspirasi lain dari lahirnya roti buaya. Oleh karenanya, roti buaya dalam acara pernikahan diharapkan bisa menjadi contoh bagi pasangan yang melangsungkan pernikahan.

Di acara pernikahan, roti buaya dijadikan hantaran mempelai pria kepada mempelai wanita. Saat dipakai sebagai hantaran, roti buaya juga harus dalam kondisi yang bagus, tanpa adanya cacat sebelum resmi diterima oleh pengantin wanita.

Ukuran dari tiap-tiap roti buaya juga dipercaya akan berkaitan dengan masa depan rumah tangga calon mempelai. Masyarakat percaya, semakin besar ukuran dan semakin keras tekstur roti buaya, maka nasib pernikahan itu diyakini akan semakin baik.

Kepercayaan lainnya juga berkembang untuk seseorang yang sedang single atau sendiri. Sebagian masyarakat Betawi percaya, orang yang belum menikah lalu memakan roti ini, maka kelak akan cepat bertemu jodoh.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

HUT ke-18 Gerindra, Prabowo Ajak Kader Berjuang dan Setia kepada Rakyat

Soccer
1 bulan lalu

HUT Jakarta ke-500! Persija Bakal Tantang Klub Eropa

Megapolitan
2 bulan lalu

Gelar Festival di Karet Kuningan, Rektor MNC University: Bantu Warga Bangun Budaya Betawi

Megapolitan
2 bulan lalu

MNC University Gelar Hajatan Warga Karet Kuningan, Lestarikan Budaya Betawi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal