HUT Jakarta, Kenalan dengan Dodol Betawi Legendaris, Ternyata Punya Filosofi Mendalam 

Novie Fauziah
Menikmati dodol Betawi (Foto: Instagram @putriphotowork)

Dodol dikenal sebagai salah satu makanan khas Indonesia disebutkan dalam Kakawin Ramayana yang ditulis pada abad ke-9 pada era Kerajaan Medang, tepatnya pada Kakawin Ramayana bagian 17.112 yang berbunyi: "dwadwal anekawarṇa laketan tape panisi len" artinya dodol beraneka rupa, ketan, tapai, dan isian lainnya. 

Kemudian dalam Prasasti Gemekan 930 M sisi kanan baris 23 - 24 disebutkan "nanjapan, kurawu, kurima, asam, dwadwal, kapwa madulur malarih" yang artinya makanan ringan, seperti kurawu, kurima, asam, dodol, Semuanya diberi penerangan dan mendekat.

Nah, dalam proses pembuatan dodol Betawi dibutuhkan waktu lama dan kerjasama tim yang kuat. Untuk itu filosofi dodol bagi masyarakat Betawi adalah kebersamaan, gotong royong, dan kekeluargaan. Maka tak heran, masyarakat Betawi menganggap pembuatan dodol dapat mempererat persaudaraan.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Asyik, Warga KTP Non-DKI Juga Gratis Naik Transum dan Tempat Wisata saat HUT Jakarta

57 tahun lalu

Sambut HUT ke-499 Jakarta, Wajah Baru Kawasan Rasuna Said Diresmikan Besok

57 tahun lalu

Hore! Ragunan Gratiskan Tiket Masuk 3 Hari saat HUT ke-499 Jakarta, Catat Tanggalnya

57 tahun lalu

Hore! Warga Ber-KTP Jakarta Gratis Masuk Ancol 22, 27 dan 28 Juni

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal