HUT Jakarta, Kenalan dengan Dodol Betawi Legendaris, Ternyata Punya Filosofi Mendalam 

Novie Fauziah
Menikmati dodol Betawi (Foto: Instagram @putriphotowork)

Dodol Betawi umumnya dibuat sebagai penganan khusus untuk pesta, bulan Ramadan, Idul Fitri atau Idul Adha. Warga Jakarta atau wisatawan, bisa membeli dodol Betawi ini di sejumlah daerah. 

Terdapat juga beberapa wilayah di Jakarta dan sekitarnya yang masih memproduksi dodol Betawi, terutama di komunitas-komunitas warga Betawi, seperti di Condet, Jakarta Timur, Bogor dan Bekasi. Selain warga Betawi, dodol betawi juga dibuat oleh komunitas Tionghoa.

Asal usul dodol Betawi

Sementara itu, asal usul dodol Betawi memiliki filosofi yang cukup mendalam. Tidak hanya sekadar makanan atau oleh-oleh saja, tapi Anda harus simak sejarahnya.

Selain Betawi, daerah lain juga memiliki dodol yang menjadi ciri khasnya, misalnya dodol Garut, dodol Kandangan dari Kalimantan Selatan. Kemudian di Jawa Tengah dan Timur makanan ini disebut jenang. 

Jenang memang agak sedikit berbeda, biasanya, lebih lembek daripada dodol, lebih basah berminyak, dan umumnya dijual dalam bentuk lempengan atau plastikan. Jenang diiris sesuai permintaan pembeli. Dodol lebih kering (kesat), dipotong dengan ukuran 2 cm×1 cm×3 cm.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Asyik, Warga KTP Non-DKI Juga Gratis Naik Transum dan Tempat Wisata saat HUT Jakarta

57 tahun lalu

Sambut HUT ke-499 Jakarta, Wajah Baru Kawasan Rasuna Said Diresmikan Besok

57 tahun lalu

Hore! Ragunan Gratiskan Tiket Masuk 3 Hari saat HUT ke-499 Jakarta, Catat Tanggalnya

57 tahun lalu

Hore! Warga Ber-KTP Jakarta Gratis Masuk Ancol 22, 27 dan 28 Juni

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal